Saya kalah 467 kali.

Dari 638 trade selama 5 tahun, saya bener cuma 26,6% — kira-kira 1 dari 4. Dan $100 saya jadi $1.590. Ini yang saya pelajari dari 467 kekalahan itu.

Desember 2022, saya nulis di blog ini: “Trading adalah permainan probabilitas. Kita tidak perlu selalu benar, yang penting konsisten mengikuti aturan.” Waktu itu saya nulisnya dari teori. Jurnal ini baru setahun jalan dan masih jalan di tempat.

Tiga tahun berikutnya, 638 trade ini yang ngebuktiin kalimat itu.

Kurva saldo $100 Challenge — $100 jadi $1.590 dalam 5 tahun

Lihat jurnal lengkapnya di halaman $100 Challenge →

Cara Mainnya

Cara main saya sederhana. Saya trading pakai teknikal analisis — baca grafik harga, cari setup dari pola dan level di chart, bukan dari berita atau feeling. Saya hanya ambil setup yang risikonya sekecil mungkin dan untungnya sebesar mungkin. Selain itu, nggak saya ambil.

Setiap entry dan exit ikut plan. Setup kayak gitu probabilitasnya emang rendah — makanya saya bener cuma 1 dari 4 kali. Bukan karena asal tembak, tapi karena plan-nya sendiri yang probabilitasnya kecil, payoff-nya besar. Begitu harga nyentuh level invalidasi, saya keluar. Cepat. Bukan karena panik — karena plan-nya bilang begitu. Rata-rata rugi saya -$12,60, rata-rata untung saya +$43,39. Sekali bener, nutupin tiga kali salah — plus sisa.

Idealnya, risiko per trade dibatasi sebagai fraksi tetap dari modal (fixed fractional). Pedoman umumnya: 1–2% per trade. Jujur aja, risiko saya sebenarnya 10% — jauh di atas pedoman itu. Itu kenapa akun ini pernah nyentuh $57,94 dan kenapa 20 kali kalah beruntun hampir ngabisin semuanya. Saya beruntung akunnya selamat — dan itu bukan sesuatu yang saya rekomendasiin.

Jujur aja, disiplinnya nggak selalu jalan. Kadang psikologi ikut main — ada trade yang harusnya dipotong tapi ditahan, ada yang harusnya nggak entry tapi dipaksa. Yang bikin akun ini tetap hidup bukan disiplin yang sempurna, tapi disiplin yang di-handle: kalau goyang, balik lagi ke aturan.

Yang Bener-Bener Kejadian

Februari 2022, saldo saya nyentuh $57,94. Dari $100 tinggal separuh lebih dikit. Setahun pertama praktis jalan di tempat: 2021 ditutup +$3,52, 2022 +$7,48. Yang bikin saya nggak nyerah: modalnya “uang belajar”, bukan uang makan. Nggak ada tekanan harus profit buat hidup.

Lalu ada masa kalah 20 kali beruntun. Dua puluh. Akunnya tetap hidup, karena ruginya kecil-kecil. Dulu saya nulis: “Jangan habiskan peluru dalam sekali tembak.” Ini buktinya — peluru saya nggak pernah habis sekali tembak.

Februari 2023, saya beli ONE di $0,01219, jual di $0,02791 — naik +129%, untung +$424,44. Satu trade itu yang ngangkat 2023 jadi +$558,31. Satu winner yang dibiarin jalan bisa nutupin puluhan loss kecil.

2024: +$375,94. 2025: +$961,92, tahun terbaik, puncak saldo $2.215,53. Lalu 2026: -$416,37, saldo sempat turun $624,73 dari puncaknya, tutup di $1.590,81. Totalnya masih +1.491% dari $100 — tapi setahun terakhir merah. Begitulah.

Jurnalnya yang Bikin Semua Ini Kelihatan

Semua angka di atas saya tahu karena saya nyatet. Tanpa jurnal, semua ini cuma perasaan.

Perasaan setelah kalah 20x beruntun itu: “saya payah, sistem ini nggak jalan, udahan aja.” Jurnal bilang beda: “ruginya kecil-kecil, sistemnya masih jalan, lanjut.” Perasaan setelah ONE +$424 itu: “saya jago.” Jurnal bilang: “satu trade itu yang ngangkat setahun — jangan besar kepala.”

Saya pernah coba nyatet pakai template di Notion. Nggak nempel. Yang cocok ternyata mirroring di TradingView — aplikasi buat lihat grafik harga. Setiap order beneran, saya catat ulang di sana. Simple, nempel di chart, nggak perlu buka aplikasi lain.

Jurnal itu bukan sekadar catatan. Jurnal itu cermin — dan rem. Dia yang nunjukin kapan psikologi lagi ngambil alih, dan narik saya balik ke aturan. Makanya pas jurnalnya mulai goyang di 2026, semuanya ikut goyang. Bukan market yang berubah. Cerminnya yang retak.

Kenapa Jurnal Ini Ditutup

Semua di atas terjadi sambil saya kerja — shift, IT engineer, trading nyempil di sela-sela. Awalnya itu justru yang bikin disiplinnya jalan: karena trading bukan sumber nafkah, saya nggak maksa profit.

Tapi pekerjaan makin nyita waktu dan fokus. Jurnalnya mulai goyang — kadang nggak kecatat, disiplinnya kendor. Sistem yang bikin saya survive 5 tahun itu goyang bukan karena market, tapi karena kerja.

Jadi jurnal ini saya tutup. Jurnal lama di TradingView saya hapus, arsip ini saya bangun ulang dari file export biar angkanya bener. Dan saya mulai fresh start: akun $100 baru, disiplin lebih ketat — setiap trade pakai checklist, screenshot dari aplikasi jadi sumber kebenaran, jurnal dicatat harian. Bukan biar jadi robot tanpa emosi — tapi biar kalau psikologi goyang, ada sistem yang narik saya balik ke aturan.

Trading bukan soal sering bener. Soal kalah kecil, menang gede, dan bertahan cukup lama buat belajar. Lima tahun, $100 jadi $1.590. Bukan cerita jadi kaya. Cerita bertahan.

Mungkin hasilnya nggak seberapa kalau dilihat dari nominalnya — $1.490 untung selama 5 tahun. Tapi kalau dilihat dari modalnya — $100 jadi $1.590, naik hampir 16x lipat — itu udah cukup buat saya. Challenge ini bukan soal nominalnya. Soal buktiin sistemnya jalan dengan modal kecil, sebelum dipercaya modal yang lebih gede.

Dan ekspektasinya realistis — kayak dagang. Untung kecil nggak apa-apa. Yang penting muter, untung dikit-dikit, dan tokonya tetap buka besok. Itu yang saya maksud di Matematika Trading: mengubah mindset dari penjudi menjadi bisnis.

Di luar sana banyak kelas trading dan sinyal yang janjiin bisa beli Lambo, kaya langsung. Hati-hati. Kalau beneran segampang itu, yang jual kelasnya nggak perlu jualan kelas. Cerita ini kebalikannya: nggak ada Lambo, nggak ada kaya langsung. Ada $100, 638 trade, 5 tahun, dan akun yang masih hidup.

Di penutup catatan 2022 itu saya nulis: “Keamanan aset lebih utama daripada mengejar profit.” Lima tahun dan 638 trade kemudian, saya baru bener-bener ngerti maksud kalimat saya sendiri. Yang dijaga bukan profitnya — tapi asetnya.

Jurnal lengkapnya — 638 trade, bisa dicari dan difilter — ada di halaman $100 Challenge.

Cerita lanjut ada di jurnal fresh start: Trading Journal.

Cerita awalnya ada di sini: Catatan Kecil: Perjalanan Trading Sejak 2019.