Waktu Kosong

Kadang, waktu kosong datang tanpa kita rencanakan.
Setelah pekerjaan selesai, setelah tugas beres, atau ketika malam tiba dan dunia mulai sepi.

Di momen seperti itu, selalu muncul dua suara di kepala.
Yang satu bilang, “Santai dulu, scroll aja sebentar, nonton dikit, hiburan nggak apa-apa.”
Yang satu lagi pelan tapi jelas, “Kamu bisa pakai waktu ini buat bikin sesuatu.”

Dan benar, waktunya akan lewat juga.
Entah dipakai untuk hiburan, atau untuk berkarya.
Bedanya, hiburan sering hilang begitu saja,
sementara karya — sekecil apa pun — biasanya meninggalkan jejak.

Akhirnya aku belajar, waktu kosong itu bukan sekadar jeda.
Ia adalah ruang kecil yang menunggu diisi makna.
Tinggal pilih, mau sekadar lewat… atau meninggalkan sesuatu yang bertahan.